Pejabat Militer Indonesia Terbang dengan Hercules yang Dibeli dari Australia

Pejabat militer Indonesia terbang keluar dari kota Wagga di selatan NSW dengan pesawat kargo mereka yang telah dirubah. Ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan senilai puluhan juta dollar.

Pesawat tersebut merupakan yang pertama dari lima pesawat eks-RAAF yang akan dikirim ke Indonesia, sebagai bagian dari kesepakatan antara kedua negara yang ditandatangani pada tahun 2013.

Letnan Kolonel Angkatan Udara Indonesia, Suryo Anggoro memimpin kunjungan 14 orang awak tersebut ke hanggar perawatan Douglas Aerospace, yang bertugas untuk merestorasi Hercules C130.

“Lukisan itu sangat indah,” kata Letnan Kolonel Anggoro kepada 9NEWS (23/06).

“Ini akan sangat membantu … sangat menggairahkan.”

Pemerintah Australia setuju untuk menjual pesawat tahun 1960an ke Indonesia empat tahun lalu, yang kemudian disebut oleh Menteri Pertahanan Stephen Smith sebagai tarif diskon.

Pesawat Hercules ini diyakini bernilai lebih dari 30 juta dollar Amerika, namun juru bicara Kementerian Pertahanan belum mengkonfirmasi harga beli pesawat terbang, serta simulator dan suku cadang yang juga merupakan bagian dari paket.

Teknisi Avionik Jacob Rye telah bekerja di pesawat sejak tiba dua bulan lalu.

“Kami sudah duduk sekian lama sebelum itu, melakukan perawatan tingkat tinggi di sana,” kata Rye.

“Kami sekarang berhasil mencapai standar terbang.”

Sebagian besar interior Hercules dimusnahkan, dengan masing-masing komponen yang dipulihkan dengan susah payah.

“Lebih banyak pekerjaan dibandingkan dengan perawatan jalur normal, ini layanan penuh,” katanya.

Ada banyak yang harus diperbaiki, dengan pesawat yang dibangun untuk membawa berton-ton palet, kendaraan dan generator, atau penumpang sampai 120 orang.

“Sebenarnya sangat dingin, saya memiliki latar belakang militer sehingga saya masih sangat senang mendengar pesawat lepas landas.”

Sementara pejabat Indonesia bangga dengan pembelian mereka, mereka tidak terburu-buru pulang.

“Saya cukup menikmati Wagga,” kata Letnan Kolonel Anggoro.

“Semua orang di sini sangat baik dan ramah, kami sangat diterima.”

Ada dek penerbangan yang sangat ramai saat kru Indonesia pergi, dengan lebih dari selusin anggota awak mengepak bagian depan Hercules.

Pesawat mendarat di Pangkalan Udara Richmond di Sydney, di mana itu akan menjadi “putaran” terakhirnya dan akan menjalani finishing sebelum terbang ke Indonesia.

Photo : Hercules C130 Ex-RAAF yang akan dikirim ke Indonesia (23/06). (9News)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

8 thoughts on “Pejabat Militer Indonesia Terbang dengan Hercules yang Dibeli dari Australia”

  1. Pesawat tersebut merupakan yang pertama dari lima pesawat eks-RAAF yang akan dikirim ke Indonesia, sebagai bagian dari kesepakatan antara kedua negara yang ditandatangani pada tahun 2013? saya rasa yang ke 7 dari 9 unit

    Like

    1. australia beli C130 H tahun 1976, delivery pertama tahun 1978, kayanya wartawannya salah. kita kan beli C130 H bekas RAAF bukan C130 B

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s