Lokasi Penerbangan Balon Udara Masuk ke Kawasan Udara Militer Jogja

Sembilan daerah yang dilaporkan terdapat balon udara di langitnya masuk dalam kawasan udara militer Jogja. Untuk itu, kawasan udara tersebut harus steril dari aktivitas yang dapat menganggu dunia penerbangan.

“Wilayah udara Magelang, Wonosobo, Temanggung, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Cilacap, Banjarnegara, dan Kulon Progo secara tegas masuk dalam Yogyakarta Military Control Airspace. Jadi langit di kawasan itu memang harus steril dari aktivitas yang menganggu dunia penerbangan,” papar Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Yogyakarta Mayor Sus Giyanto, Rabu (28/6).

Giyanto menjelaskan, pihaknya memang cukup dipusingkan dengan banyaknya balon udara yang menghiasi langit di kawasan sembilan kabupaten tersebut selama beberapa hari terakhir ini. Hal tersebut tak terlepas dari tradisi warga setempat di daerah-daerah tersebut saat meramaikan Lebaran dengan menerbangkan balon-balon udara berukuran besar.

“Keberadaan balon udara yang menganggu dunia penerbangan sempat muncul dua tahun terakhir, tapi kali ini mulai diterbangkan kembali oleh masyarakat khususnya yang berada di sejumlah daerah di Jateng dan DIY,” imbuh dia.

Giyanto menjelaskan ada 19 laporan penerbangan terkait adanya balon udara tersebut. Kesembilan belas laporan itu terjadi di hari pertama Lebaran (25/6) sebanyak 9 laporan dan 10 laporan di hari kedua Lebaran (26/6). Salah satunya menimpa Malaysia Airlines yang sempat terganggu adanya balon udara saat terbang 38 ribu kaki dari Melbourne ke Kuala Lumpur.

“Balon udara tidak bisa ditawar lagi, jelas mengganggu dunia penerbangan, dan ini sangat membahayakan, kalau sampai masuk ke mesin. Bisa mengorbankan banyak orang,” tegas dia.

Lebih lanjut, Giyanto mengungkapkan, sebenarnya masyarakat Jogja dan sekitarnya sudah memahami tentang keberadaan dan bahaya dari balon udara tersebut jika diterbangkan. Namun, kadang karena kepentingan sesaat lupa diri dan lepas kontrol sehingga menerbangkan balon udara tersebut.

“Lanud Adisutjipto menghimbau agar tidak lagi bermain balon udara apalagi Jogja merupakan bandara internasional yang frekfensi penerbangan cukup padat. Apalagi moment Idul Fitri dan Syawalan, padatnya penerbangan, maka hal ini akan berisiko tinggi,” tandas Kapentak.

Photo : F-16 Fighting Falcon At Bagram Air Base, Afghanistan. (Defense One)

Sumber : SM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s