Pameran Senjata, Menawarkan Tempat untuk Jepang dalam Membangun Hubungan Militer di Asia Tenggara

Perusahaan-perusahaan pertahanan akan mengeluarkan barang dagangan mereka dalam pameran senjata yang didedikasikan untuk industri militer Jepang pada hari Senin. Ini merupakan tempat bagi pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mempromosikan industri militer mereka yang akan memperkuat hubungan dan pengaruh negara tersebut di Asia Tenggara.

Kementerian pertahanan Jepang telah mengundang perwakilan militer Asia Tenggara dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam ke sebuah seminar teknologi militer terpisah, yang bertujuan untuk memastikan kehadiran mereka dalam pameran Maritime Air Systems and Technologies Asia (MAST), yang berlangsung selama tiga hari di dekat kota Tokyo, ungkap dua sumber secara terpisah.

“Kementerian Pertahanan menjadi tuan rumah seminar setelah MAST tutup,” kata salah satu sumber dengan pengetahuan tentang rencana tersebut.

Pemerintah Abe ingin membuat penjualan senjata dan kolaborasi teknologi militer dalam sebuah papan diplomasi baru Jepang di Asia Tenggara untuk menghambat pengaruh China yang berkembang di Laut Cina Selatan.

Sekitar $ 5 triliun aktivitas perdagangan dikirim melalui kapal melewati jalur strategis sepanjang tahun, sebagian besar dari dan ke Jepang.

Pada tahun 2014, Abe mengakhiri larangan ekspor senjata yang telah berlangsung puluhan tahun, sebagian untuk mengurangi biaya pengadaan dengan memperlebar produksi senjata dan memungkinkan Jepang menawarkan teknologi senjata sebagai iming-iming untuk hubungan militer yang lebih dekat.

Pasar senjata Asia Tenggara yang kecil tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang mendorong belanja pertahanan. Jepang kemungkinan akan kembali menekan tawaran China dalam memasok peralatan militer ke wilayah tersebut.

“Satu-satunya hal yang benar-benar penting di Asia Tenggara adalah biaya dan China akan menawarkan biaya yang rendah,” kata Paul Burton, direktur kedirgantaraan, pertahanan dan keamanan di IHS Markit di Singapura.

“Mereka dengan senang hati akan memberikan “permata keluarga” dalam hal memungkinkan produksi asli, melatih angkatan kerja lokal dan mengimbangi sektor lain.”

LESS RELUCTANT

Dalam pameran pertama mereka di MAST Asia pada tahun 2015, perusahaan Jepang masih enggan untuk mengiklankan pekerjaan pertahanan mereka karena kekhawatiran publik akan kembalinya militerisme. Hanya NEC Corp yang melakukan pameran sendiri, sedangkan perusahaan lain berkumpul bersama dalam satu tampilan (pameran).

Keragu-raguan itu sepertinya telah mereda. Sedikitnya 16 perusahaan Jepang akan memamerkan barang dagangannya, mulai dari pembuat senjata terkemuka Mitsubishi Heavy Industries, hingga pembuat ‘the sub-hunting P-1 patrol jet’, Kawasaki Heavy Industries, dan ShinMaywa Industries, yang membangun pesawat amfibi US-2.

“Kami bermaksud untuk menampilkan berbagai produk dan teknologi kepada peserta acara,” kata juru bicara Mitsubishi Heavy.

Item yang dipamerkan mencakup tampilan kapal perusak dipandu rudal, model prototipe kendaraan amfibi, teknologi pencarian ranjau dan demonstrasi ‘a laser radar surveillance system’.

Pameran tiga hari tersebut akan mencakup peserta pameran dari luar negeri, seperti pembuat tempur stealth F-35 Lockheed Martin Corp dan Thales SA dari Prancis, kata juru bicara penyelenggara, sebagaimana dilansir dari Reuters (11/06).

Photo : Kapal Perang JMSDF (Picssr)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s