Empat KRI TNI AL dengan Senjata Lengkap Sudah di Perbatasan

KRI Ki Hajar Dewantoro 364 3 (JPNN)

Pasukan TNI AL sudah bersiaga di wilayah perairan yang berbatasan dengan Filipinan, untuk mengantisipasi pelarian kelompok Maute yang digempur militer Filipina di Marawi.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII/Tarakan Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni menyebutkan, ada empat kapal perang Indonesia dengan senjata lengkap sudah berpatroli di perbatasan.

Ini masih ditambah Kapal Angkatan Laut (KAL) dan kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) dari sejumlah satuan di bawah Lantamal XIII/Tarakan.

“Di antaranya KRI Ki Hajar Dewantara dan KRI Teluk Sangkulirang. Kemudian unsur-unsur KAL maupun Patkamla dari Nunukan, Tarakan dan Bunyu juga,” ujarnya, Jumat (2/6).

Kapal-kapal perang tersebut, lanjutnya, sebenarnya sudah siaga sejak beberapa bulan lalu dengan tugas rutin menjaga perbatasan melalui operasi Ambalat dan sebagainya.

Namun, untuk momen ini armada tersebut diinstruksikan lebih giat meningkatkan pengawasan di perbatasan.

Selain di laut, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Lanal Nunukan untuk melakukan pengawasan di darat dengan mewaspadai pintu keluar masuk warga di Nunukan.

Menurutnya, semua ini untuk mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak Filipina yang terdesak dan melarikan diri ke sejumlah negara terdekat, termasuk Indonesia. Atau juga mewaspadai gelombang pengungsi Filipina ke Tanah Air.

KRI Ki Hajar Dewantoro 364
KRI Ki Hajar Dewantara 364 (Ves)

Namun, Ferial Fachroni membantah sudah ada instruksi pusat untuk status siaga satu di perbatasan. Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini belum mendesak untuk menetapkan status. Hanya meningkatkan kewaspadaan di perbatasan.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Tarakan juga mulai meningkatkan pengawasan terhadap jalur keluar masuk penumpang di Bandara Juwata.

Seperti pantauan Berau Post (Jawa Pos Group), Kamis (1/6), sejumlah anggota Lanud Tarakan lengkap dengan senjata mengawasi penumpang melalui pintu keberangkatan dan kedatangan.

Personel lainnya juga diinstruksikan berpatroli di sekitar terminal bandara. Mereka bertugas secara bergantian dalam waktu 24 jam.

“Dengan perintah dari Pangkoopsau II, kami meningkatkan jam untuk patroli maupun pemeriksaan. Yang tadinya hanya 18 jam, sekarang 24 jam secara bergantian atau berkesinambungan,” ungkap Komandan Lanud Tarakan Kolonel Pnb Didik Kristiyanto.

Sebanyak 33 personel Brimob juga disiagakan di wilayah perbatasan, terutama akses darat untuk mengantisipasi adanya kelompok-kelompok yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Karena seperti dikatakan Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi melalui Kasubbag Humas Iptu M Karyadi, tidak menutup kemungkinan kelompok pemberontak di Filipina masuk ke wilayah perbatasan.

“Untuk itu pimpinan Polri memerintahkan mengambil langkah menempatkan pasukan Brimob di pintu perbatasan yang merupakan keluar masuknya orang dan barang,” ujarnya.

Sumber : JPNN

Advertisements

2 thoughts on “Empat KRI TNI AL dengan Senjata Lengkap Sudah di Perbatasan”

  1. Yang coba-coba bikin rusuh disini..sikaat, orang sini yang sukarela bertempur dinegri orang…ga usah pulang!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s