Perwira dan Insinyur Indonesia Belajar Cara Mempersiapkan Masa Depan

Saab bersama dengan Universitas Pertahanan Swedia mendidik perwira dan insinyur Indonesia dari industri pertahanan terkait perencanaan pertahanan strategis. Kursus ini merupakan bagian dari pemberian beasiswa yang diserahkan kepada Presiden Indonesia tahun 2013.

Dilansir dari laman Saab (31/05), Para siswa belajar di Universitas Pertahanan Swedia bersama dengan Brigadir Jenderal Johan Stjernfalk, Kementerian Pertahanan Swedia, Komandan Stefan SIlfverskiöld dan Anders Foyer dari Universitas Pertahanan Swedia serta Roland Holmlund dan Björn Kullberg dari Saab.

Selama dua minggu terakhir, 16 orang yang berasal dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, bersama tiga insinyur dari industri pertahanan Indonesia telah mempelajari triple helix, pengembangan skenario dan prediksi teknologi (technology forecasting).

Kursus ini dikembangkan oleh Universitas Pertahanan (Försvarshögskolan FHS) bersama dengan Saab yang menampilkan bagaimana entitas yang berbeda bekerja sama memprediksi masa depan dan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi ancaman dan tantangan masa depan.

Kursus ini dibagi menjadi tiga bagian, dimulai dengan minggu pengantar di Indonesia dan sekarang ditutup dengan bagian kedua, yang telah mengambil bagian di Swedia. Bagian ketiga kursus akan berlangsung dibulan Agustus di Indonesia.

Komandan Stefan Silfverskiöld di Universitas Pertahanan bertanggung jawab atas kursus tersebut. Saya sangat terkesan oleh siswa kami. Saya sepenuhnya setuju dengan Brigadir Jenderal Johan Stjernfalk yang mengunjungi para siswa di Universitas Pertahanan atas nama Menteri Pertahanan Swedia Peter Hultqvist – kami benar-benar terpesona oleh presentasi para siswa. Kami mendapat wawasan dari siswa yang cerdas dan salah satu faktor keberhasilan utama adalah gabungan orang dari semua cabang bersama dengan perwakilan industri.

Peserta adalah perwira dari Kepala Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Darat. Selain itu ada juga peserta dari industri Indonesia. Mereka bersama membentuk sebuah kelompok, selain menerima pendidikan, juga diberi kesempatan untuk melihat-lihat contoh konkret dari apa yang dimaksudkan dalam kursus untuk diajarkan dalam bentuk hasil akhir seperti Ground Base Air Defense, sensor, radar dan juga jet tempur Gripen.

Kursus eksekutif dalam perencanaan pertahanan strategis adalah bagian dari program pendidikan berkelanjutan Saab dengan Indonesia, di mana Saab bersama dengan Angkatan Bersenjata Swedia dan akademisi, memberikan pendidikan kepada siswa dan profesional muda.

Program ini berfokus pada transfer pengetahuan namun juga disesuaikan untuk mendukung peluang bisnis Saab di Indonesia. Saab Global Innovation bertanggung jawab atas program ambisius yang mencakup kuliah tamu dari pakar Saab, beasiswa master kepada siswa untuk belajar di universitas dan program eksekutif Swedia yang berfokus pada perencanaan strategi pertahanan, triple helix dan inovasi.

Photo : Gripen NG (EDR Magazine)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

21 thoughts on “Perwira dan Insinyur Indonesia Belajar Cara Mempersiapkan Masa Depan”

    1. SAAB (Se Akan-Akan Beli) Ngiming Imingin ToT Supaya Produknya Laku Dan Nyatanya Proses ToT Gripen-NG Brazil Yg Sudah Berjalan 2 Thn Belum Terlihat Fisik Pesawat Dan Baru Dalam Proses Training Engineer… 😛

      Like

      1. Cie, cie murid padepokannya senopati pamungkas…itu kan komen ente qoute dari jkgr toh, heeeee.

        Noh browsing internet…gripen 39-8 mulai rolling test bulan desember 2016

        Like

        1. Yg Saya Bicarakan Itu Proses Alih Teknologi SAAB Ke Brazil Yg Belum Terlihat Sama Sekali Hasilnya… Bukan Gripen-NG Udah Rolling Test Atau belum…

          Like

          1. @jimmy kelilipan

            Nah kalo gitu cuba tunjukkan TOT yang diterima RI krn udah setor benggol 20%?

            Ini proyek udah berjalan lama loh jem?

            Like

      2. Jimmy, Jimmy,

        Gripen C/D sudah mau diambil minimal 24 unit.

        Gripen E/F juga mau diambil sekitar 28 – 48 unit.

        Alias ada banyak Gripen akan diambil dalam 10 tahun ini.

        Belum lagi GBAD BAMSE, Giraffe dll.

        Mestinya Jimmy buruan masuk SAAB saja biar dapat bonus banyak.

        Ini kok ngotot belain kaleng kerupuk.

        😆

        Like

        1. Baru ”MAU” 😛 … Kita Tunggu Aja Realisasinya Plus Klau Bener Saya Taruhan Saya Keluar Dari Rosoboron…

          Like

        2. Klau Kaleng Krupuk Ngapain Pesawat Macam Sukhoi Di Kasih Julukan Flanker (Pengapit) dari NATO Plus Sampe Di Buat KW Nya Sama Chino… Dan Juga Ngapain AS Sampe Beli Su-27 Dari Negara Pecahan USSR Buat Di Teliti Dan Di Bandingin Sama Pesawatnya Di area 51… Plus Indonesia Superior Di Udara Berkat Su-27/30… Dan Lagian Sukhoi Milik TNI AU Tdk Pernah Jatuh Tdk Seperti F-16 Atau FA-50 Yg Baru Di Pake Beberapa Tahun Langsung Jatuh…

          #Skak Match… 😛

          Like

            1. Punya India Itu Kebanyakan Jatuh Karena Human Error Dan Lagipula SU-30MKI Kebanyakan Komponen SU-30MKI Di Rakit Oleh HAL Bukan Oleh KNAAPO/IRKUT…

              Like

          1. @jimmy

            Kalo kepengen tau kenapa us beli su-27 rongsokan…jawabnya krn amrik emang negara kepo, wkwwkwkwk

            Keponya orang kaya beda ma keponya para mahmud dong…

            Like

            1. “Kalo kepengen tau kenapa us beli su-27 rongsokan…jawabnya krn amrik emang negara kepo, wkwwkwkwk”

              ——————————

              Hadeuh Jawaban Poknorak si Sales SAAB Membuatku Tertawa Di Tengah Malam… 😆

              Like

  1. swedia sejak dr zaman perang dingin merasa terancam dengan uni soviet dan skrg rusia stlh aneksasi crimea, maka swedia harus selalu menyiapkan strategi pertahanan dan teknologi yg tepat dgn segala keterbatasan sumber daya yang ada. Posisi yg sama indonesia dgn masalah laut cina selatan. Jd kita bisa belajar dr swedia, terutama penggunaan teknologinya untuk angkatan udara dan lautnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s