Wakil Kanselir Jerman Ajak Eropa Perangi Politik “Jangka Pendek” AS

Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel (Picture - Alliance)
Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel (Picture – Alliance)

Jerman melancarkan serangkaian serangan verbal terhadap Presiden AS Donald Trump, menyusul kebijakan “jangka pendeknya” yang “memperlemah koalisi barat” dan mencederai kepentingan Eropa. “Siapa yang tidak memerangi politik semacam ini, maka ia ikut bertanggungjawab.”

Ujaran tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri yang sekaligus juga menjabat Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel, Senin (29/5) setelah lawatan Trump ke Arab Saudi, Israel, Belgia dan Italia pekan lalu. Gabriel bereaksi atas kritik kaum konservatif AS terhadap pernyataan Kanselir Jerman, Angela Merkel bahwa Eropa “tidak lagi bisa mengandalkan” aliansi lama, yakni Amerika Serikat dan Inggris.

“Saya mengalaminya sejak beberapa hari terakhir,” ujar Merkel merujuk pada KTT G7 di Italia yang gagal menelurkan pernyataan dukungan pada konvensi untuk mengerem dampak perubahan iklim dan nasib pengungsi lantaran blokade Amerika Serikat.

Eropa Dipaksa untuk Hadapi Risiko Besar

Gabriel mengatakan “setiap orang yang mempercepat perubahan iklim dengan memperlemah aksi perlindungan lingkungan, yang menjual senjata di kawasan konflik dan tidak berniat menyudahi konflik keagamaan, berarti menempatkan Eropa dalam risiko besar.”

Trump sebelumnya menyepakati penjualan senjata terbesar dalam sejarah AS dengan nilai 110 miliar Dollar AS saat melawat ke Arab Saudi. Paket perdagangan tersebut mencakup kapal perang, tank dan sistem pertahanan berbasis peluru kendali.

“Kebijakan pemerintah AS yang berjangka pendek bertentangan dengan kepentingan Uni Eropa,” kata Gabriel, sembari menambahkan “koalisi barat kini semakin kecil, atau setidaknya semakin lemah.” Menurut dia, Amerika Serikat “tidak lagi bisa dianggap negara penting.”

“Eropa harus berjuang untuk perlindungan iklim, mencegah perdagangan senjata dan memerangi fanatisme agama. Jika tidak Timur Tengah dan Afrika akan semakin tidak stabil,” imbuhnya.

Trump meninggalkan kesan tak sedap kepada Jerman saat berkunjung ke Eropa. Ia dikabarkan menyebut “kebijakan perdagangan Jerman sangat buruk,” dan mengritik sikap Berlin yang enggan meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 2% seperti yang disyaratkan untuk semua anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara-NATO.

Merkel sebaliknya berdalih, bantuan kemanusiaan yang dikucurkan untuk menjaga stabilitas di negara-negara rawan konflik juga termasuk bagian dari doktrin pertahanan NATO.

Sumber : DW

Advertisements

3 thoughts on “Wakil Kanselir Jerman Ajak Eropa Perangi Politik “Jangka Pendek” AS”

  1. German berang gara gara pengungsi semakin banyak dari daerah yg disuplai senjata oleh amerika . Sebelumnya inggris juga berang dan keluar dari uni eropa. Gara gara neraca perdagangannya kalah dari german dan perancis sedangkan iuran keanggotaannya eropa memberatkan. Jangan jangan nanti german dan perancis membantu assad untuk mempercepat usainya perang.

    Like

    1. kayaknya gak bakal sampai bantu Assad Sir, Eropa baru gonjang ganjing ini, masalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa, terpilihnya Macron yang menimbulkan kekhawatiran hingga yang terakhir Hub Germany dan US yang kurang baik, tentu ini bakal menimbulkan ketidakstabilan kawasan Eropa, dan efek itu bisa sampai di negara kita, entah ekonomi atau arah kebijakan yang akan mendapat imbas lebih dahulu.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s