China Akan Implementasikan Kerja Sama Pembangunan Bandar Antariksa Indonesia

Bandar Antariksa Jiuquan, China. (Haihan)
Jiuquan adalah bandar antariksa terbesar dan tertua milik China. Terletak di tengah gurun Gobi di dekat perbatasan Mongolia, bandar Jiuquan memiliki luas 2800 kilometer per segi dan memiliki kota sendiri yang mampu menampung 20.000 pegawai. Bandar ini dilengkapi dengan tujuh ajungan peluncuran roket. (Haihan/ DW)

Rabu (17/05), bertempat di Ruang Rapat Manggala, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta, berlangsung rapat kerja sama antara LAPAN dengan pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT), biasa disebut China. Pertemuan bilateral ini diselenggarakan untuk membahas implementasi dari garis besar kerja sama kedua pihak yang telah disepakati sebelumnya. 

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah menjalin kerja sama secara resmi dengan China sejak Oktober 2013. Kedua negara telah menyepakati kerja sama eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa untuk maksud damai. Ikatan tersebut ditindaklanjuti oleh LAPAN dan China National Space Administration (CNSA) dengan menandatangani garis besar kerja sama bidang kedirgantaraan pada Maret 2015 di Beijing.

Rapat kerja sama kedua pihak kali ini digagas untuk mengimplementasikan ruang lingkup kesepakatan dengan kegiatan yang lebih nyata lagi, khususnya rencana pembangunan bandar antariksa di Indonesia. Sebab, dalam periode mendatang, LAPAN akan semakin sering melakukan kegiatan uji terbang roket. Dengan dibangunnya sebuah bandar antariksa komersial akan menguntungkan kedua pihak.

Pembahasan kerja sama ini juga membicarakan tentang peluncuran Satelit LAPAN-A4 yang rencananya akan diluncurkan secara piggyback pada 2019 di China. Untuk mempersiapkannya, maka akan dilakukan pembahasan lebih detail lagi mengenai tahapan teknis dan mekanisme yang harus ditempuh oleh kedua pihak. Selebihnya, baik LAPAN maupun China akan memperdalam lagi kemungkinan untuk mengimplementasikan ruang lingkup kerja sama di bidang lain.

Adapun ruang lingkup kerja sama kedua pihak, yang sebelumnya telah disepakati selain peluncuran satelit adalah kerja sama observasi bumi, satelit komunikasi, satelit navigasi, telemetri, penjejakan, dan kontrol, roket sonda, fasilitas keantariksaan, sub-sistem/instrument/komponen material satelit, sains antariksa, pelatihan dan pendidikan, serta teknologi aeronautika. 

Rapat kerja sama bilateral ini dibuka dengan paparan presentasi Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin. Thomas menjelaskan bidang kompetensi LAPAN yang bisa ditangkap peluangnya untuk mengimplementasikan kerja sama kedua pihak. Ia juga menerangkan perkembangan pelaksanaan program kegiatan LAPAN sampai saat ini, baik di bidang penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, serta sains antariksa dan atmosfer.

Hadir dalam pertemuan Sekretaris Utama, I.L. Arisdiyo, Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Afif Budiyono, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti, dan Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum, Christianus R. Dewanto.

Sementara dari pihak RRT dihadiri oleh para perwakilan beberapa instansi, seperti The China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), China Great Wall Industry Corporation (CGWIC), dan China Academy of Space Technology(CAST).

Sumber : Pen Lapan

 

Advertisements

6 thoughts on “China Akan Implementasikan Kerja Sama Pembangunan Bandar Antariksa Indonesia”

      1. Lapan A4 Diorbitkan gratis dibarter dengan kapal china gratis lewat laut banda. Ada beritanya coba google. Sorry ol lewat hp nih.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s