Indonesia Pertimbangkan Kampanye untuk Tidak Membeli Pesawat Airbus Sebagai Tindakan Balasan Terhadap UE

Menanggapi resolusi Parlemen Eropa baru-baru ini untuk mengurangi penggunaan minyak kelapa sawit karena alasan lingkungan dan serangkaian “kampanye hitam” yang dilakukan oleh LSM Eropa, Indonesia merencanakan serangkaian tindakan pembalasan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto “Enggar” Lukita mengatakan bahwa baru-baru ini dia bertemu dengan rekannya dari Uni Eropa (UE) dan mengungkapkan kemarahannya, dengan mengatakan bahwa Indonesia akan melakukan pembalasan terhadap usaha-usaha yang mengganggu penjualan global minyak sawit.

“Ketika saya bertemu dengan rekan kerja UE saya, saya mengatakan bahwa saya akan berbicara dengan rekan-rekan sesama menteri untuk memulai sebuah rencana, untuk tidak membeli pesawat Airbus lagi karena berisiko menyebabkan kanker kulit. Penggunaan sistem radar Thales (dibuat di UE) juga memiliki risiko yang sama, menyebabkan kanker kulit,” kata Enggar dalam sebuah pertemuan Kamis malam.

“Uni Eropa harus membuktikan bahwa minyak kelapa sawit memiliki risiko terhadap kesehatan. Indonesia akan melakukan hal yang sama kepada Airbus, dengan meninjau apakah aman atau tidak terbang dengan menggunakan pesawat tersebut.”

Enggar mengatakan bahwa menteri UE membela posisi UE dengan mengatakan bahwa resolusi minyak kelapa sawit dikeluarkan oleh parlemen UE dan tidak mengikat, dan menyatakan bahwa kampanye yang mengklaim minyak kelapa sawit menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia dilakukan oleh LSM.

“Menanggapi hal itu, saya katakan bahwa saya akan memberi tahu teman legislatif dan LSM lokal saya untuk melakukan hal yang sama pada produk Anda,” kata Enggar.

“Jika Anda ingin memastikan perdagangan bebas, hal semacam ini harus dihindari atau akan turun ke dalam perang dagang.”

Pada bulan April, Parlemen Uni Eropa menuntut blok tersebut secara bertahap melakukan pengurangan penggunaan minyak nabati, termasuk minyak sawit, yang tidak diproduksi secara lestari dalam upaya mengurangi deforestasi, dimana Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar di dunia, sebagaimana dilansir dari the Jakarta Post (19/05).

Photo : A400M di Lanud Halim Perdana Kusuma, 19 Mei 2017. (IMF)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

6 thoughts on “Indonesia Pertimbangkan Kampanye untuk Tidak Membeli Pesawat Airbus Sebagai Tindakan Balasan Terhadap UE”

  1. salah strategy, seharusnya indonesia mengirimkan chef ahli kuliner indonesia untuk mengajarkan chef-chef eropa cara memasak menggunakan minyak kelapa sawit dengan benar dan sehat. kebanyakan mereka menggoreng berulang-ulang menggunakan minyak yang sama pada suhu 200 C bahkan lebih, hal ini yang menyebabkan minyak yang mereka pakai menjadi tidak sehat untuk dikonsumsi lagi. LSM eropa yang meneliti kelapa sawit juga hanya meneliti di restoran cepat saji eropa yang sering dan paling banyak menggunakan minyak goreng.

    Like

  2. Si Enggar harus ditabok.

    Selama ini PTDI bekerja sama dengan Airbus.
    Dibimbing oleh Airbus. Diberi pekerjaan oleh Airbus.

    PT LEN juga ada pekerjaan dari Thales.

    Lha yang menggoyang sawit khan LSM, masa kalah sama LSM dan yang dijadikan korban Airbus dan Thales ?

    Kelihatannya si Enggar grupnya si beruang kutub juga.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s