Rencana Besar Pembangunan Kapal Perang Australia, Termasuk 12 Kapal Selam dan 9 Fregat

Pemerintah federal telah memuji rencana pembuatan kapal perang Angkatan Laut Australia senilai 89 miliar dollar sebagai “unashamedly nationalistic”, untuk memastikan keamanan perbatasan maritim Australia dan masa depan ekonomi negara tersebut.

Program yang berbasis di Adelaide ini akan menghasilkan 12 kapal selam, sembilan kapal fregat dan 12 kapal patroli lepas pantai untuk Angkatan Laut Australia serta 19 kapal patroli Pasifik untuk diberikan ke negara-negara tetangga.

Ini mencakup 1,3 miliar dollar untuk meng-upgrade Osborne Naval Shipyard di Adelaide dan pabrik di Henderson di Western Australia serta 25 juta dollar untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi perkapalan angkatan laut, juga di Adelaide.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan bahwa program tersebut merupakan investasi persemakmuran tunggal terbesar di negara bagian manapun dan akan melipatgandakan tenaga kerja galangan kapal Adelaide menjadi lebih dari 5000 orang pada tahun 2026.

Sebanyak 10.000 pekerjaan lainnya akan dimasukan dalam kegiatan pemeliharaan dan rantai pasokan.

Namun serikat pekerja telah memperingatkan tentang potensi kehilangan pekerjaan sebelum program tersebut dimulai dan pemerintah Australia Selatan mengatakan masih ada sedikit rincian tentang berapa banyak uang yang akan dikeluarkan di Australia.

Turnbull datang ke Adelaide pada hari Selasa untuk mengungkapkan rencana yang mencakup garis waktu pekerjaan konstruksi hingga tahun 2055.

“Ini adalah komitmen pembuatan kapal secara terus menerus, tidak hanya untuk hari ini atau besok tapi generasi mendatang,” katanya.

“Ini benar-benar pembangunan bangsa, sebuah perusahaan nasional yang besar dan membawa dorongan kerja yang luar biasa.

“It is unashamedly nationalistic.”

Kelompok industri Australian Made Defense mengatakan bahwa rencana tersebut memberikan kepastian jangka panjang seputar pendekatan pemerintah terhadap pembuatan kapal namun mengidentifikasi pengamanan tenaga kerja yang diperlukan sebagai tantangan utama, dengan beberapa kemungkinan yang bisa saja datang dari luar negeri.

“Mengembangkan tenaga kerja yang cukup terampil dalam kerangka waktu yang singkat merupakan risiko terbesar bagi kesuksesan kami,” kata jurubicara Margot Forster.

“Industri mengakui bahwa dalam jangka pendek, pekerja terampil dari galangan kapal internasional mungkin diminta untuk mengerjakan program ini.”

Menteri Perindustrian Pertahanan Christopher Pyne mengatakan bahwa sangatlah kecil jumlah “pekerja” yang didatangkan dari luar negeri, ini dimaksudkan untuk dapat dilakukan transfer keahlian teknis ke angkatan kerja setempat.

“Kita tidak bisa hanya belajar dari membaca manual, kita membutuhkan mereka di sini,” katanya.

Pyne juga menunjuk pada rencana pemerintah untuk mendirikan perguruan tinggi perkapalan yang diharapkan bisa meluluskan 1500 siswa setiap tahunnya.

Serikat Buruh Manufaktur Australia mengatakan bahwa pemerintah federal harus mengambil tindakan mendesak untuk menjamin masa depan angkatan kerja perkapalan yang ada di Adelaide.

“Pada angka kami, ada sekitar 500 pekerjaan yang beresiko sebelum operasi bangunan besar dimulai tahun depan,” kata asisten sekretaris nasional Glenn Thompson.

“Jika kita kehilangan keahlian ini, kita benar-benar akan memulai proyek ini dari jauh, dalam hal menggunakan proyek untuk meningkatkan kapabilitas dan keahlian pembuatan kapal domestik.”

Serikat pekerja meminta pemerintah untuk mewajibkan tingkat minimum partisipasi industri Australia di semua kontrak perkapalan, sebuah sentimen yang didukung oleh pemerintah Australia Selatan.

Pemimpin Federal Oposisi Bill Shorten mengatakan perdana menteri telah “gagal dalam uji pekerjaan” karena tidak mengesampingkan hilangnya pekerjaan lebih lanjut di industri perkapalan Australia Selatan.

“Selama empat tahun terakhir kaum Liberal telah memainkan permainan politik di atas kapal selam dan sementara itu, kami telah melihat Osborne dan tempat-tempat lain mundur,” kata Mr Shorten.

“Kami melihat galangan kapal di sekitar Australia di bawah tekanan atau penutupan,” sebagaimana dilansir dari SBS Australia (16/05).

Link dokumen : Naval Shipbuilding Plan Australia (Abc Australia)

Photo : HMAS Canberra (AAP)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s