Dekan MP Unhan Tekankan TNI AL Terapkan Sistem Informasi Standar Interoperability

Dekan Fakultas Menejemen Pertahanan (MP) Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Muda TNI Amarulla Octavian menyatakan sistem informasi menjadi salah satu basis utama untuk menunjang bidang pertahanan dan militer.

Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya penerapan sistem informasi modern dengan menyesuaikan pada tuntutan serta kebutuhan pertahanan nasional mengingat semakin ketatnya persaingan global di bidang tersebut.

Mantan Kepala STAf Komandan Armada Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) ini mengatakan,  TNI Angkatan Laut perlu menerapkan sistem informasi multifungsi. Sehingga, pertukaran informasi dilingkungan TNI AL dapat diakses secara berkesinambungan antar pihak yang berepentingan.

“Pentingnya melaksanakan interoperability sistem informasi yang ada di organisasi TNI AL secara keseluruhan. Dengan teknologi informasi yang sudah berkembang dewasa ini, maka integrasi sistem informasi harus meningkat ke tahap berikutnya yaitu interoperability sistem informasi,” ujar Amarulla, Jumat (12/5/2017).

Amarulla menyampaikan sistem informasi berstandar interoperability telah diterapkan oleh beberapa negara maju. Bahkan, kata dia, terdapat sejumlah negara yang menerapkan sistem dengan kemampuan menghimpun informasi dari berbagai komponen jaringan.

“Di negara-negara yang sudah maju, konsep interoperability bahkan sudah pada tahap composability,” ungkapnya.

Perwira Tinggi TNI AL lulusan AAL tahun 1988 mengungkapkan dirinya telah memaparkan pandangannya tersebut dihadapan sejumlah perwira dan jajaran pemangku institusi TNI Angkatan Laut pada saat seminar peringatan Hari Pendidikan TNI-AL (Hardikal) ke-71 yang digelar di gedung Graha Samudera Bumimoro, Surabaya, Rabu (10/5/2017).

“Jadi, saya menjelaskan prosesnya mulai dari integrasi sistem informasi, interoperability sistem informasi hingga composability sistem informasi,” paparnya.

Lebih lanjut Amarulla menjelaskan proses sistem informasi berstandar interoperability dapat diterapkan disetiap level pemangku kepentingan pertahanan negara. Tidak hanya dilingkungan Angkatan Laut semata, menurut dia, sistem informasi tersebut dapat dioperasikan diseluruh struktur kelembagaan TNI hingga pemerintahan.

“Jadi prosesnya berjenjang, bertingkat dan berlanjut mulai level TNI Angkatan Laut, level TNI, level Kemhan RI hingga level Kantor Presiden. Intinya, Kantor Presiden dapat mengakses semua informasi langsung ke Pusat-pusat Pengendalian Operasi Komando Armada RI Kawasan Timur, Komando Armada RI Kawasan Barat dan Komando Korps Marinir,” paparnya.

Amarulla memaparkan kemampuan akses informasi tersebut merupakan sarana Presiden RI sebagai pemegang kekuasaan tertinggi TNI dapat memantau secara langsung semua operasi militer TNI-AL. Dengan kemampuan tersebut, kata dia, maka Presiden RI dapat langsung mengambil keputusan jika skenario terburuk di lapangan terjadi.

“Dan Interoperability sistem informasi harus selaras dengan sistem informasi yang dikembangkan Kemeninfo RI agar compatible dalam tataran system of system dan familiy of system,” terangnya.

Amarulla mengutarakan peran lembaga pendidikan TNI AL ke depan, menyiapkan para prajuritnya untuk sistem informasi nasional melalui kurikulum pendidikan yang terstruktur dan sistematis.

“Khusus untuk Sekolah Tinggi Teknologi TNI Angkatan Laut (STTAL), maka terbuka peluang untuk membuka satu Program Studi S-2 baru, yaitu Program Studi Integrasi dan Interoperability System,” sebutnya.

Photo : KRI RE Martadinata 331 (Antara/ Defence.pk)

Sumber : Jurnas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s