Jerman-Turki, Prancis, China dan Korea Selatan Akan Bersaing dalam Proyek Kapal Selam Indonesia

Koran Handelsblatt yang terbit di Düsseldorf telah melaporkan bahwa ThyssenKrupp, perusahaan baja yang juga memproduksi peralatan bawah laut, dan mitranya dari Turki sedang dalam negosiasi untuk bersama-sama mengambil bagian dalam proyek kapal selam Indonesia.

Menurut laporan tersebut, ThyssenKrupp Marine System (TKMS), anak perusahaan perusahaan baja yang mendirikan kantor regional di Turki pada tahun 2013 untuk memperkuat operasinya, dan perusahaan Turki, yang namanya belum diumumkan secara resmi, berencana untuk mengajukan penawaran dalam proyek kapal selam Indonesia.

ThyssenKrupp Marine System (TKMS) dan mitranya dari Turki akan bersaing dengan rivalnya dari Prancis, DCNS.

Galangan kapal China dan Korea Selatan juga diharapkan mengajukan proposal untuk proyek tersebut.

Kapal selam Asia Tenggara (Thanasak Saisood) 2
Kapal Selam Angkatan Laut Asia Tenggara (Thanasak Saisood)

Terlepas dari itu, nama pasangan perusahaan dari Turki tersebut tetap tidak diungkapkan. Bulan lalu dilaporkan bahwa galangan kapal Gölcük Shipyard Turki di provinsi Kocaeli mengajukan sebuah proposal kepada Indonesia untuk kapal selam Tipe 214. Menurut laporan tersebut, Gölcük Shipyard akan menjadi tuan rumah terkait kunjungan sekelompok pejabat yang berasal dari ibu kota Indonesia, Jakarta.

Selama hampir 50 tahun terakhir, Angkatan Laut Turki telah memesan kapal selam dari galangan kapal Grup Ruhr, yang saat ini beroperasi di bawah TKMS.

Meski mengalami ketidaksenangan, Turki kini diharapkan bisa bekerjasama dengan TKMS untuk memasuki bisnis ekspor. Bersama-sama mereka ingin menjual kapal selam ke Indonesia, menurut surat kabar Jerman, yang diyakini telah menerima laporan dari orang dalam perusahaan.

Kapal selam Asia Tenggara (Thanasak Saisood)
Kapal Selam Angkatan Laut Asia Tenggara (Thanasak Saisood)

ThyssenKrupp, yang beroperasi di teknologi komponen, teknologi lift, industri baja dan material, telah beroperasi di Turki sejak akhir abad 19 sebagai nenek moyang perusahaan Krupp yang aktif di negara ini pada tahun 1868.

Apalagi Blohm + Voss, perusahaan yang membangun kapal pesiar Mustafa Kemal Atatürk, Savarona, adalah grup perusahaan ThyssenKrupp.

Grup ini berfokus pada penyediaan komponen untuk industri otomotif Turki, teknologi tanaman dan fasilitas daur ulang serta sistem transportasi penumpang termasuk lift, eskalator, trotoar bergerak dan passenger boarding bridges.

ThyssenKrupp Marine System, dengan pusat di Jerman, merupakan bagian dari Business Area Industrial Solutions dari ThyssenKrupp Group. Perusahaan berpartisipasi dalam berbagai proyek, baik dalam menyediakan sistem, suku cadang dan dukungan layanan kepada Komando Angkatan Laut Turki, sebagaimana dilansir dari laman media Turki, Daily Sabah (04/05).

Photo : Type 214, NRP Tridente Portugal di Lisbon Naval Base. (Wiki)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

7 thoughts on “Jerman-Turki, Prancis, China dan Korea Selatan Akan Bersaing dalam Proyek Kapal Selam Indonesia”

  1. indonesia sudah terbiasa menggunakan produk jerman, jangan lupa TOTnya dan jangan hanya perakitan saja diharapkan juga bisa mandiri /manufaktur untuk PT PAL
    dan tidak mengekor seperti PT DI

    Like

    1. Itu bahasa thailand…maksudnya “baru-mau-akan” dipersenjatai dg Rudal anti kapal permukaan…tapi belum!!!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s