Imbal Beli Pengadaan Pesawat Tempur Su-35 Indonesia

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan bersama Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri Mardjoko dan Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Ani Mulyati bertemu dengan pihak Rostec (Rusia) guna membahas pelaksanaan Imbal Beli dalam rangka pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35, yang diadakan di Ruang Rapat Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Jumat (07/04/2017), sebagaimana dilansir dari laman Kemendag.

Skema imbal beli merupakan suatu cara pembayaran barang yang mewajibkan pemasok luar negeri untuk membeli dan atau memasarkan barang tertentu dari Indonesia sebagai pembayaran atas seluruh atau nilai sebagian barang dari pemasok luar negeri.

Selain imbal beli, instrumen lain yang bisa dipergunakan oleh pemerintah antara lain adalah barter atau pertukaran barang dengan barang lain, pembelian kembali dan offset atau pembelian barang dimana pemasok luar negeri menyetujui untuk melakukan investasi kerja sama produksi dan alih teknologi.

Skema imbal beli tersebut wajib dilaksanakan pada program pengadaan barang asal impor, seperti oleh Kementerian Lembaga, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Lembaga Pemerintah Non Departemen, yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Salah satu contoh rencana pengadaan barang oleh pemerintah dengan menerapkan skema imbal beli dan offset adalah pengadaan delapan unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 senilai 1,14 miliar dolar AS. Dalam kesepakatan tersebut, skema imbal beli yang wajib dilakukan oleh pihak Rusia senilai 570 juta dolar AS.

Dalam konteks imbal beli, Indonesia sudah menawarkan sebanyak 35 produk ekspor kepada pihak Rusia. Sejauh ini pihak Rusia sudah menyampaikan keinginan mereka untuk membeli karet alam produksi dalam negeri, namun tidak menutup kemingkinan untuk membeli produk lainnya.

Rata-rata impor Rusia dari dunia untuk karet alam pada 2011-2015 tercatat sebesar 11,5 juta dolar AS per tahun. Namun, dari rata-rata nilai impor tersebut, Indonesia sama sekali belum menjadi negara pemasok kebutuhan Negeri Beruang Merah tersebut.

Produk yang ditawarkan dalam skema imbal beli antara lain adalah produk manufaktur seperti produk kayu, produk kimia, peralatan konveksi, elektronik dan lainnya. Sementara untuk produk industri primer adalah logam mulia, kopi olahan, ikan olahan dan lain-lain, serta komoditi primer seperti udang, rumput laut, batu bara dan karet alam.

“Mereka sudah menyampaikan keinginan untuk membeli karet alam kita, tapi tidak menutup kemungkinan untuk produk lain,” kata Nusa Eka.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada November 2016 tercatat ada peningkatan impor senjata dan amunisi sebesar 51,3 juta dolar AS. Secara kumulatif, pada periode Januari-November 2016 nilai impor Indonesia secara keseluruhan mencapai 122,86 miliar dolar AS.

Sementara untuk ekspor, pada periode yang sama mencapai 130,65 miliar dolar AS atau menurun 5,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Dengan demikian, hingga November 2016, neraca perdagangan masih mengantongi surplus sebesar 7,79 miliar dolar AS.

Photo : Su-35 (RBTH)

Sumber : Industry

Editor : (D.E.S)

Advertisements

7 thoughts on “Imbal Beli Pengadaan Pesawat Tempur Su-35 Indonesia”

  1. Menurut saya, imbal beli itu bukan skema pembayaran tapi merupakan offset/kompensasi dari pembelian barang. Pembayaran tetap senilai 1,14 miliar dolar, tapi fihak rusia membeli produk2 Indonesia senilai 570 jt dolar.

    Pembayaran bisa cash, kredit atau barter tapi tidak ada kaitannya dg yg 570 juta dolar itu.

    Like

    1. imbal dagang memang wajib Sir Leomar,
      Mudahnya “saya beli barang kamu namun sebagian saya bayar dengan ini”. begitulah kira-kira,
      syaratnya banyak Sir, dah lupa, wkwkwk,

      Like

      1. Imbal dagang dan imbal beli itu beda, kalau imbal dagang dinamakan barter, kalau imbal beli dinamakan counter purchase atau perdagangan imbal balik.

        Misal saya beli rumah 1m kepada pengembang tapi separuhnya saya bayar dengan material ini dinamakan Imbal dagang. Tapi kalau saya tetap bayar cash/kredit dengan catatan pengembang wajib membeli pasir dari adik saya, semen dari bapak saya, alat2 bangunan dari kakak saya yang totalnya 500jt itu dinamakan imbal beli.

        Offset dalam bentuk Imbal beli ini di maksudkan juga untuk penerimaan devisa negara. Offset juga bisa dalam bentuk ToT. Offset minimal 35% nilai transaksi baik berupa imbal beli, ToT atau keduanya.

        Like

          1. Ok siip..

            Saya cuma sedikit memberi jawaban kenapa kok nilainya membengkak jauh di atas pembelian china kalau dihitung per-unit nya.

            Yang sebenarnya adalah disamping kita “membeli” teknologi, kita juga “membeli” uang mereka. Dan yang sering dilupakan bahwa dg offset. nilai impor dan eksport kita menjadi balance.

            Tetap semangat update berita bung, saya pembaca setia…

            Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s