Tol Udara Disiapkan TNI AU

Pemerintah kini mengusung program tol udara. Bedanya dengan tol laut yang mengoperasikan kapal-kapal angkut ke wilayah terpencil, program itu disiapkan oleh TNI Angkatan Udara (AU).

Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya mengatakan, pembangunan tol udara merupakan salah satu program prioritas TNI-AU dalam rencana strategis. ”Kami fokus di wilayah perbatasan,” ujarnya kemarin (14/4).

Menurut Jemi, TNI-AU sedang mengupayakan pengadaan infrastruktur angkutan untuk melayani tol udara.

Di antaranya, lima helikopter dan empat pesawat angkut berat.

”Agar beroperasi, tentu dibutuhkan juga landasan untuk helikopter dan pesawat tersebut,” katanya.

Langkah itu perlu dilakukan lantaran belum semua daerah perbatasan memiliki landasan udara.

Jemi menyebutkan, tekad pemerintah untuk mewujudkan bahan bakar minyak (BBM) satu harga di seluruh Indonesia menjadi salah satu pendorong dikebutnya tol udara.

Sebab, di beberapa wilayah Papua, harga BBM bisa Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per liter karena mahalnya biaya angkut. ”Tol udara bisa menjadi solusi,” katanya.

Bukan hanya harga BBM, alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 1989 itu menyebutkan, disparitas harga bahan pangan dan bahan bangunan di Papua juga masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan Jawa.

Jika hal itu tidak diatasi, upaya pembangunan di Papua akan terus terhambat.

”Harapannya, disparitas itu bisa ditekan dan harga di Papua lebih terjangkau,” tutur dia.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, tol udara memang menjadi salah satu prioritas.

Pendanaan untuk tol udara nanti masuk anggaran Kementerian Pertahanan.

”Ini penting agar tekad satu harga di wilayah Indonesia bisa tercapai,” tegas dia.

Photo : A400M Spanyol (DS)

Sumber : JPNN

Advertisements

3 thoughts on “Tol Udara Disiapkan TNI AU”

  1. disparitas tertinggi itu hanya di kabupaten-kabupaten yang berada di pegunungan jayawijaya, diluar itu harganya tidak naik signifikan. wilayah pegunungan jayawijaya ini terkenal sulit untuk didarati pesawat besar maupun kecil (khususnya bandara wamena), apalagi kalau berkabut tebal, runway pendek dan serta standar internasional. yang cocok hanya CN212 dan N219.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s