Angkatan Udara Indonesia Kunjungi 106th Rescue Wing Amerika

Para jenderal mendarat di Westhampton Beach untuk melihat pelajaran apa yang bisa dipelajari dari 106th Rescue Wing, ungkap Mayor Jenderal Dedy Permadi, Asisten Personil Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia.

Karena Indonesia adalah sebuah negara kepulauan, Angkatan Udara Indonesia memiliki tanggung jawab untuk sejumlah misi search and rescue (SAR) di wilayah pesisir, kata Permadi.

Personil Angkatan Udara Indonesia mengunjungi unit search and rescue (SAR) Amerika karena 106th Rescue Wing bertanggung jawab untuk siap siaga dalam menangani misi pencarian dan penyelamatan wilayah pesisir dengan garis pantai yang panjang dan membutuhkan waktu yang lebih lama, Permadi menjelaskan.

Para jenderal juga tertarik tentang bagaimana Pararescuemen (personil penyelamat dengan menggunakan parasut), yang dikenal sebagai PJs for pararescuemen jumpers, mampu menggunakan kemampuan mereka baik ketika berada di wilayahnya sendiri, maupun untuk menanggapi keadaan darurat negara maupun di luar negeri.

Master Chief Sgt. Michael Hewson menjelaskan diperlukan waktu dua tahun untuk melatih PJs supaya mendapatkan kualifikasi tersebut.

“Ketertarikan terbesar mereka adalah bagaimana Garda dapat bekerja untuk Negara atau [dan] pemerintah federal tidak seperti ketika aktif bertugas bersama Angkatan Udara,” kata Hewson.

“Mereka juga sangat tertarik dengan PJs. Deskripsi dan kualifikasi kami terdengar seperti Pasukan Operasi Khusus untuk mereka, tapi bagaimana kita menggunakan kualifikasi mereka untuk penyelamatan khusus di masa perang dan masa damai telah mengejutkan mereka,” jelasnya.

“Saya pikir itu berbicara tentang pentingnya tempat kami sebagai aset terbesar, orang-orang kami,” tambah Hewson.

Selama tur, para pengunjung dapat melihat langsung specialized gear, mulai dari peralatan selam, dan alat-alat lain yang digunakan pararescuemen.

Para pengunjung dari Indonesia juga mendapat kesempatan untuk tur melihat dua pesawat yang dimanfaatkan oleh 106th Rescue Wing dalam misi pencarian dan penyelamatan, helikopter HH-60 Pavehawk dan HC-130 Hercules. Mereka berjalan di sekitar pesawat dan berbicara dengan pilot skuadron 101 dan 102 tentang pengalaman mereka.

Kolonel Michael W. Bank, komandan 106th Rescue Wing melihat keuntungan dalam kunjungan tamu internasional.

“Penerbang dari 106th Rescue Wing mendapat kehormatan untuk menampilkan kemampuan SAR kepada mitra Pacific kami. The Air National Guard memiliki kemampuan unik untuk memanfaatkan set misi penyelamatan di seluruh spektrum konflik,” kata Bank.

“Kami memiliki kemampuan untuk mencari pendayung yang hilang di lepas pantai, untuk menyelamatkan Airmen yang jatuh dalam pertempuran dan dan lain-lain. Kami menyoroti hubungan perintah yang diperlukan untuk membawa kemampuan ini untuk berlaga dengan Angkatan Udara Indonesia dan tidak ada yang lebih baik, misalnya daripada ANG.” Bank menjelaskan, sebagaimana dilansir dari 106rqw.

Editor : (D.E.S)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s