China Kerahkan 150.000 Tentara ke Perbatasan Korut

Chinese troops march during the military parade marking the 70th anniversary of the end of World War Two, in Beijing
Tentara China (REUTERS)

Militer China dilaporkan mengerahkan sekitar 150.000 tentara ke perbatasan Korea Utara (Korut) setelah Amerika Serikat (AS) memberi sinyal akan meluncurkan serangan pre-emptive terhadap rezim Kim Jong-un. Selain tentara, China juga dilaporkan mengirim unit medis.

Laporan itu diterbitkan media Korea, Chosun.com, yang menyebut China mengerahkan pasukan cadangan dari Tentara Pembebasan Rakyat ke Sungai Yalu.

Surat kabar Jepang, Sankei, yang juga melansir laporan itu menyatakan bahwa pengerahan pasukan China dalam jumlah besar tersebut sebagai antisipasi dampak terburuk dari kemungkinan serangan AS terhadap Korut.

Presiden AS Donald Trump dan timnya telah bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pekan lalu. Krisis nuklir Korut menjadi salah satu agenda pembicaraan kedua pemimpin dunia tersebut. Para pejabat AS sebelumnya mengklaim Presiden Xi Jinping setuju dengan langkah AS melakukan pelucutan senjata nuklir Korut.

Namun, klaim itu tidak dikonfirmasi pemerintah Beijing maupun kantor berita negara China, Xinhua. China juga tidak mengonfirmasi laporan pengerahan ratusan ribu pasukannya ke perbatasan Korut.

Kendati demikian, sejumlah gambar yang beredar secara online menunjukkan pasukan militer China bergerak di sekitar Shenyang, sebuah kota yang jaraknya lebih dari 200 mil dari perbatasan Korut.

Pengerahan tentara oleh China itu diduga untuk mengantisipasi pengungsi Korut yang akan melarikan diri jika AS nekat meluncurkan serangan udara.

Ketegangan AS dan Korut saat ini sedang memanas, di mana Presiden Trump telah memerintahkan penasihat militernya untuk menyiapkan opsi rencana serangan terhadap rezim Kim Jong-un untuk melenyapkan ancaman nuklir terhadap AS. Selain itu, kapal induk AS, USS Carl Vinson, dan armada tempurnya telah bergerak ke dekat peraian Korut di Semenanjung Korea.

Tak gentar, Korut merespons pengerahan armada kapal induk AS itu dengan menyatakan diri siap perang.

Kementerian Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK)—nama resmi Korut—mengutuk manuver Angkatan Laut AS. ”Ini untuk membuktikan bahwa AS bergerak sembrono untuk menyerang DPRK dan telah mencapai tahap serius,” kata kementerian itu yang dilansir kantor berita negara Korut, KCNA, Selasa (11/4/2017).

”DPRK siap untuk bereaksi terhadap modus perang yang diinginkan oleh AS,” lanjut kementerian itu. ”Kami akan membuat AS sepenuhnya bertanggung jawab atas konsekuensi bencana yang akan diemban oleh tindakan keterlaluan,” imbuh kementerian itu.

Sumber : Sindonews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s