Tidak Ada Pesawat Tua, Kenapa?

Berapakah usia penggunaan suatu pesawat? Apakah 10 tahun, 25 tahun atau bahkan 50 tahun? Tak ada jawaban yang tepat, karena ternyata sebuah pesawat tidak memiliki usia pakai. Jadi sejatinya tidak ada pesawat yang tua dan tidak ada pesawat yang rongsokan.

Sebagai contoh, pesawat C-130 Hercules yang masuk lebih dulu ke tubuh TNI Angkatan Udara (AU) ketimbang F-5 Tiger, ternyata masih dapat dioperasikan dengan baik. Sementara jet tempur F-5 Tiger telah purna tugas lebih dulu ketimbang pesawat angkut berat C-130 Hercules.

“Mengenai usia, berapa tahun idealnya pesawat Hercules atau pesawat-pesawat yang lain, saya kira tidak ada aturan ataupun manual yang dikeluarkan oleh pabrik yang menentukan seberapa usia pakai suatu pesawat. Mungkin walaupun bahasa ini kesannya sering kita dengar, bahwa tidak ada pesawat yang tua, tidak ada pesawat yang rongsokan,” terang Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayong.

Jika menengok ke Amerika Serikat, hingga saat ini pesawat-pesawat sisa perang dunia kedua masih terbang dan layak untuk terbang. Poin pentingnya adalah selama pesawat terawat dengan baik, seluruh komponennya yang digunakan sesuai dengan standarnya, maka sebuah pesawat akan mampu dan layak untuk tetap terbang.

“Ya pesawat itu yang ada adalah yang serviceable dan nonserviceable. Jadi batas usianya tidak bisa kita tentukan,” kata sang mantan Panglima Kosekhanudnas I ini.

Terkait dengan pesawat Hecules yang masih melakukan pengabdian, alumni AAU 1988 ini mengatakan bahwa pesawat Hecules pun sudah mengalami beberapa kali perbaikan melalui service life extension program (SLEP) untuk memperpanjang usia pakai.

“Jadi walaupun Hercules buatan tahun 1960an, tapi kalau kita lihat strukturnya sudah banyak yang mengalami perubahan-perubahan, termasuk beberapa retrofit yang dilaksanakan terhadap pesawat tipe B, pesawat yang paling lama. Itu sudah mengalami retrofit yang sebenarnya meningkatkan kemampuan termasuk memperpanjang usia pakai,” jelas Julexi.

Photo : C-130 Hercules TNI Angkatan Udara yang menjalani pemeliharaan tingkat sedang di Hanggar Skadron Teknik 022, Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang. (Ery)

Sumber : Angkasa

Advertisements

14 thoughts on “Tidak Ada Pesawat Tua, Kenapa?”

    1. Memang tidak ada pesawat tua selama perawatan maintenance serta penggantian sparepart sesuai dengan specifikasi yg disarankan pabrik pembuat, bukan spare part yg abal2 ,kasus F5 terlalu premature dan terburu2, dengan kondisi pesawat yg serviceable sebanyak 4 pesawat dan tidak pernah mengalami cut off engine selama ini,bahkan penerbang amerika menyatajan F5 pesawat yg paling aman

      Like

  1. Conclusions and Lessons Learned
    • USAF C-130E/H Center Wings have experienced significant
    fatigue cracking characterized by MSD and MED
    • Uncertainty in NDI capability (POD and POI) is significantly
    reducing the risk mitigation benefit of continued inspection:
    Resulted in 2 USAF C-130E Outer Wing Failures in the
    1980’s prior to Outer Wing Replacement
    INSPECTIONS CANNOT PROTECT SAFETY AFTER ON-SET OF widespread fatigue damage
    Conclusions
    – The inflight failure of the right wing due to fatigue cracking in the
    center wing lower skin and underlying structural members.
    A factor contributing to the accident was inadequate maintenance
    procedures to detect fatigue cracking.
    The C-130 fleet performs critical air mobility functions for
    the nation, but part of that fleet is at risk because of agerelated
    factors. CWB fatigue cracking is the most immediate
    life-limiting issue,
    • The risks of catastrophic structural failure increase markedly
    when flying aircraft beyond 45,000 EBH without structural
    mitigation.
    berapa kali pesawat C130 TNI AU patah sayapnya? berapa buah C130 TNI AU diganti Wing center boxnya? berapa buah hercules TNI AU yang sudah terbang diatas 45.000 jam terbang? nunggu jatuh pesawatnya baru diganti WCBnya? Northrop Grumman pernah menawarkan mengganti WCB salah satu dari 5 pesawat C130 bekas dari australia yang dibeli indonesia, bagaimana WCB C130B milik TNI AU ?
    sekali lagi INSPECTIONS CANNOT PROTECT SAFETY AFTER ON-SET OF widespread fatigue damage

    Like

    1. apa yang diungkapkan Sir Blangkon benar adanya, jempolll!
      Namun paling tidak yang namanya inspeksi itu adalah salah satu cara menurunkan resiko kecelakaan di udara, begitu ya Sir,, hehe,

      Like

      1. Tergantung pemeriksaan nya, cuma test atau diperiksa body, airframe secara menyeluruh. Kalau ada crack sehelai rambut kan nggak ketahuan kalau nggak dibongkar habis.

        Like

        1. SOP nya ada kok Sir Blangkon,
          misal F-16, setiap mencapai 200 jam terbang akan dilakukan pengecek an pesawat, termasuk menurunkan mesin pesawat, diperiksa semua itu, namun… pake namun ya… kalau udah tua ya tetep aja “tua”, hehe,

          Like

          1. Ada alatnya mendeteksi “retak rambut” secara dini…pakai rontgen portabel, seperti yang digunakan utk mengecek kebocoran pipa atau mengecek kualitas pengelasan pipa.

            Utk ukuran TNI AU alat ini sebenarnya bukan barang mewah…tapi ya itu, saking tingginya frekuensi penugasan kadang2 pemeriksaan spt ini jadi terabaikan

            Like

          2. SOPnya sih ada, duit sama niatnya ada nggak untuk memperbaiki? Kalau banyak duit sih mending beli baru. kalau anggaran cekak ya memperbaiki yang ada atau beli bekas lalu diperbaiki.
            SB82-771 (382-57-82): replace center wing upper and lower rainbow fitting inspections for cracks & replacement. replace at 25.000 EBH.
            Wing Center Box di desain sampai 60.000 Equivalent Baseline Flight Hours. semuanya kayanya harus diperbaiki paling muda aja tahun
            A-1326 17 Juni 1982. dan satu lagi kalau beli pesawat baru entah pesawat buatan eropa atau amerika harus ada Terrain Avoidance Warning System/ ground proximity warning system (pabrikan amerika sudah wajib memakai ini sejak tahun 1998). apalagi kalau harus beroperasi daerah pegunungan seperti di wamena. A-1301, A-1303, A-1304, A-1305, A-1308, A-1309 angkatan 60 (C-130B/KC-130B) dan semuanya masih aktif

            Like

  2. SOP airframe sesuai buku manual pesawat C-130 tiap 5.000 jam terbang musti dicek.
    dari gambar diatas semua engine T56-A-7 dicopot, katanya mau diganti T56-A-15 (engine versi terbaru untuk seri C130B-C130H). bagian sayapnya juga dicopot kayanya ada cracknya.
    jangan sampai kecelakaan KC-130B A 1310 terulang lagi, walaupun jatuh gara-gara mati mesin tua T56-A-7 ngadat (buatan akhir tahun 1950-an) dan sayap patah gara-gara menabrak menara radio.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s