DCNS Tandatangani MoU untuk Memodernisasi Angkatan Laut Indonesia

Dengan pertumbuhan PDB 5% pada tahun 2016, Indonesia tidak diragukan lagi menjadi salah satu negara paling dinamis di Asia Tenggara. Pada saat yang sama, setelah bertahun-tahun mendapat embargo senjata yang diberlakukan oleh Amerika Serikat antara tahun 1991 sampai 2005, karena situasi di Timor, kebutuhan angkatan bersenjata Indonesia menjadi sangat signifikan.

Oleh karena itu, Jakarta Ingin memenuhi kebutuhan militernya dengan anggaran senilai 20 miliar dollar Amerika pada akhir dekade ini. Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), mereka telah meningkatkan anggaran militer sebesar 150% antara tahun 2006 sampai 2015.

Dilansir dari Opex360 (01/04), Pasar alutsista Indonesia menarik produsen senjata Eropa dan Perancis. Baru-baru ini, Nexter memenangkan kontrak baru untuk pengadaan 18 Caesar (truk dilengkapi dengan sistem artileri) tambahan setelah batch pertama untuk 37 unit sistem yang sama. Dan beberapa hari lalu, Jakarta menegaskan niatnya untuk mengakuisisi pesawat angkut A400M Atlas dari Airbus.

Tidak terkecuali DCNS. Di sela-sela kunjungan Presiden Hollande ke Indonesia pada 30 Maret, industrialis Perancis menandatangani nota kesepahaman dengan galangan kapal PT PAL untuk memperkuat kerjasama mereka dalam bidang kapal selam dan permukaan yang dibahas dalam The Framework of the Franco-Indonesian Defense Dialogue (IFDD).

Sudah beberapa tahun DCNS berharap untuk memberikan kapal selam Scorpene 1000 ke Jakarta. Kapal ini “sangat cocok untuk Angkatan Laut Indonesia, mengingat fakta bahwa ini adalah negara kepulauan,” jelas galangan kapal Perancis pada bulan Oktober 2015. “Kapal selam ini dirancang untuk navigasi di perairan dangkal dan sangat sulit dideteksi”, tambahnya.

Saat ini, Angkatan Laut Indonesia memiliki dua kapal selam Jenis 209 buatan Jerman. Dan tiga lagi, diperoleh dari Korea Selatan, akan segera dimasukkan ke dalam layanan.

Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman ini, DCNS mengingatkan bahwa ia telah bekerja sama dengan PT PAL dalam beberapa tahun terakhir untuk “mengidentifikasi solusi industri terbaik untuk hari ini dengan menawarkan kapal selam multi-purpose dari generasi terakhir kelas Scorpene”.

Selanjutnya adalah mempelajari kemungkinan-kemungkinan baru tentang korvet dan fregat, yaitu Gowind 2500, FREMM, dan bahkan fregat ukuran menengah (FTI).

“Sebagai pemimpin Eropa dalam sistem tempur angkatan laut, desainer dan pembangun kapal perang, DCNS, berkomitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan industri Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian pada sistem berteknologi tinggi“ kata Hervé Guillou, CEO dari DCNS.

“Kerjasama kami dengan PT PAL yang merupakan galangan kapal terbesar di Indonesia menggambarkan ambisi dan harapan untuk membawa keahlian kami yang kuat dalam melakukan transfer teknologi untuk program angkatan laut yang kompleks, untuk mengembangkan industri dan kapasitas operasional Angkatan Laut Indonesia.”

Photo : DCNS’ FTI (fregat ukuran menengah) concept design for the French Navy. (Luca Peruzzi)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s