Penambahan Alutsista TNI AU pada Renstra Ke-2 Tahun 2015-2019

Dengan pengembangan atau penambahan alutsista tentunya membutuhkan lahan-lahan untuk latihan, lanud-lanud harus dapat melaksanakan kegiatan latihan sehingga dapat meningkatkan profesionalisme, untuk itu Lanud Samsudin Noor dan Lanud Iskandar bagian dari jajaran Koopsau II harus senantiasa siap untuk melaksanakan dukungan operasi udara, diantaranya menerima pesawat-pesawat yang datang latihan maupun melaksanakan opersasi.

Hal tersebut dikatakan dikatakan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., dalam kunjungan kerjanya di Lanud Lanud Samsudin Noor dan Lanud Iskandar dalam arahannya kepada anggotanya. Kamis (16/3).

Kunjungan ke Lanud-lanud tersebut untuk mengetahui sejauh mana permasalahan-permasalahan tentang asset, khususnya tanah yang dimiliki TNI Angkatan Udara yang masih tumpang tindih dengan masyarakat, dan dengan Perum Angkasa Pura, maupun dengan pemerintahan daerah.

Dikatakan bahwa renstra ke-2 tahun 2015-2019, TNI Angkatan Udara akan menambah berbagai macam alutsista diantara pengganti pesawat F-5, penambahan Radar dari yang ada 20 radar menjadi 32 radar dengan penambahan 12 radar lagi, penambahan pesawat angkut ringan Cassa 212 sebanyak sembilan pesawat, penambahan pesawat helikopter untuk Combat SAR yang sedang berjalan, dan kedepan rencana penambahan pesawat helikopter multi fungsi yang dapat digunakan untuk angkut pasukan maupun digunakan untuk SAR.

Hal itu tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana diantaranya adalah mess, rumah sakit, tempat-tempat dan instalasi yang mungkin di rahasiakan, sehingga terkait dengan aset akan menjadi perhatian.

Terkait dengan perkembangan pembangunan infrastruktur seperti toll laut, pengembangan bandara dengan metode atau system one stop service/one stop leaving sehingga membutuhkan aset yang luas.

Menyikapi hal tersebut, harus menyikapi dengan jalan terbaik dengan tidak mengabaikan kepentingan pertahanan negara, akan tetapi juga tetap memperhatikan kepentingan pembangunan nasional khususnya pembagunan di bidang ekonomi

Sehingga harus tetap ada yang tetap dipertahankan seprti Air Weapon Range (AWR), karena AWR tidak mungkin dirambah oleh pengembangan bandara, tanpa kalau memang bandara itu berhimpitan dengan TNI AU harus dapat diselesaikan apakah dengan tukar guling aset, apakah itu memang harus menyentuh wilayah angkatan udara.

Photo : EC-725 Caracal TNI AU (istimewa)

Sumber : Pen TNI AU

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s