AG600 Tiongkok Siap Terbang

pesawat-ag600
AG600 (istimewa)

Pesawat tempur amphibi AG600 telah lulus uji mesin dan diharapkan akan melakukan terbang pertamanya pada pertengahan tahun ini. Amphibi AG600 telah menjadi pesawat tempur paling ambisius di dunia yang dibuat oleh pemerintah Tiongkok. 

Kantor berita Xinhua dalam pemberitaannya menuliskan, jalur perairan Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang sedang dipersengketakan, telah membuat Beijing melakukan banyak pendekatan. Hal ini pun mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang peralatan militer. Sengketa LTS telah menimbulkan ketegangan di kawasan Asia-Pasifik dan Washington.

Perusahaan pembuat pesawat tempur milik negara, Aviation Industry Corporation of China (AVIC) menghabiskan waktu hampir 8 tahun untuk mengembangkan pesawat tempur AG600, yang ukurannya sebesar pesawat Boeing 737. Burung besi buatan Tiongkok ini dirancang pula agar bisa melakukan upaya penyelamatan di laut dan menghadapi pertempuran di hutan.

Xinhua pada Selasa (14/02) kemarin dalam pemberitaannya mewartakan pesawat AG600 menerima reaksi positif dan 17 pihak yang mengungkapkan ketertarikannya pada pesawat tempur itu. Sayang, tidak ada keterangan lebih rinci soal pihak yang berminat tersebut. Pesawat amphibi AG600 mampu terbang dengan ketinggian maksimum 4.500 kilometer. Pesawat ini berbobot 53,5 ton.

Pada November 2016, AVIC memamerkan pesawat AG600 itu di sebuah pertemuan terbesar antara produsen pembuat pesawat terbang dan para pembeli pesawat. Sebelumnya, AVIC merampungkan pembuatan jet tempur pada Juli 2016. Beijing juga pada kesempatan pameran November itu, untuk pertama kalinya memamerkan pesawat siluman Chengdu J-20.

Pada bagian lain, laporan tahunan International Institute for Strategic Studies, yang dipublikasi pada Selasa (14/02) menyatakan sejumlah analis telah menangkap sinyal penting bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas militer di udara, laut dan penguatan rudal oleh militer Tiongkok. Bukan hanya Tiongkok, Russia pada saat yang sama juga telah meningkatkan aktivitas militernya, dimana hal ini meningkatkan ancaman terhadap negara-negara Barat.

Dalam laporan itu disebutkan pula, sistem persenjataan Tiongkok sekarang sudah semakin canggih dan mutakhir. Sedangkan Russia telah bangkit kembali dengan melakukan latihan militer dan bahkan memprioritaskan senjata nuklir sebagai pusat kekuatannya. Situasi ini, perlu reaksi tegas dari NATO.

Sumber : Koran Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s