Panglima TNI Periksa Ruas Jalan di Jayawijaya

panglima-tni-gatot-nurmantyo-9-antara
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono beserta rombongan memeriksa kondisi ruas jalan yang dibangun prajurit TNI di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menggunakan sepeda motor, pada Kamis (2/2). (Foto: Istimewa/Pendam XVII/Cenderawasih)

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono beserta rombongan memeriksa kondisi ruas jalan yang dibangun prajurit TNI di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menggunakan sepeda motor, pada Kamis (2/2).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Teguh Pudji Raharjo mengatakan, Panglima TNI sengaja menggunakan sepeda motor agar dapat melihat secara jelas kondisi jalan yang dibangun prajurit TNI.

“Bapak Panglima sengaja menggunakan sepeda motor. Ternyata jalan sudah bisa dilalui, beberapa tempat sudah diaspal dan sangat layak untuk dilalui,” ujarnya.

Teguh mengatakan usai meninjau kondisi jalan itu, Panglima TNI mengemukakan bahwa tugas TNI dalam pembuatan jalan di wilayah itu sudah rampung, lokasi terberat yakni di Batas Batu-Mumugu, karena kondisi tanah berawa dan hanya bisa melalui sungai.

Selain itu, di daerah Yuguru harus dikikis dengan alat/bahan peledak karena merupakan tebing batu.

Masyarakat pun sudah merasakan manfaat jalan yang dibuat, mereka biasa menggunakan sungai selama 12 jam, namun bila jalur darat ditempuh hanya tiga jam.

“Masih ada 35 unit jembatan yang dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Sedanghkan Kolonel CZI Arief Novianto selaku Komandan Resimen Zeni Kontruksi Direktorat Zeni Angkatan Darat selaku Dansatgas PPJWM (Peningkatan dan Pembangunan Jalan Wamena Mumugu) menjelaskan Satgas PPJWM telah menyelesaikan tanggung jawabnya menembus belantara pegunungan Tengah Papua dari Wamena ke Mumugu.

“Program ini merupakan solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah Papua,” katanya.

Pembangunan infrastruktur jalan itu untuk membuka keterisolasian Wamena, Mbua, Paro, Batas Batu dan Mamugu menuju Pantai selatan Papua.

Ruas jalan yang dibangun prajurit TNI itu sepanjang 278,6 kilometer melewati daerah hutan, rawa dan sungai.

Ruas jalan Wamena-Mamugu melalui 40 sungai dimana 35 sungai belum ada jembatan dan delapan sungai terdapat jembatan sementara dari kayu.

“Pengerjaan jalan ini mengerahkan satuan baik dari Kodam XVII/Cenderawasih maupun dari luar Kodam meliputi Satuan Zipur, Zikon, Kesehatan, Perhubungan dan Satuan Pengamanan dari Satuan tempur serta dengan mengerahkan alat berat yang dimiliki TNI AD,” ujar Kolonel Arief.

Dengan dibangunnya jalan poros Wamena-Mamugu akan memperlancar distribusi barang dari dan ke daerah Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya.

“Tentunya semua itu perlu adanya partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat Papua guna mendukung pembangunan di Papua, sehingga tidak ada lagi daerah yang terisolir serta pembangunan dapat terwujud yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Sumber : Antara Papua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s