Perjalanan Changbogo di Indonesia

kri-nagapasa-403-4-kaskus-militer
KRI Nagapasa 403 (kaskus militer)

Lancer Cell Indonesia, Akhir-akhir ini banyak beredar foto sea trial KRI Nagapasa 403, bahkan LCI juga mendapatkan video sea trial-nya. Sejak penanda tangannan kontrak pengadaan kapal selam tahun 2011, tepatnya hari Selasa tanggal 20 Desember 2011, bahasan kapal selam selalu menarik untuk dikupas.

Kontrak pembelian kapal selam Changbogo ini menelan anggaran pertahanan senilai 1,08 milyar dollar atau sekitar 10, 8 triliun rupiah ketika itu. Indonesia memesan 3 unit kapal selam dimana 2 unit dibangun DSME dan 1 unit dibangun PT PAL. Indonesia juga mendapatkan opsi Transfer of Tecnology (ToT), hal yang sangat sulit diperoleh dari produsen kapal selam manapun.

Akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2012 merupakan ujian pertama citra DSME di Indonesia, Changbogo dianggap tidak mumpuni jika dibandingkan dengan rivalnya, kilo class ataupun tipe 209 buatan HDW Jerman.

Isu “anjing kampung” merupakan ujian kedua yang harus dilewati DSME di Indonesia. Isu yang penah naik ke permukaan itu pun sirna perlahan. Maklum, kala itu TNI AL memang getol dengan produk Rusia maupun Jerman yang memang memiliki track record jauh lebih baik serta telah teruji dalam peperangan yang sesungguhnya alias battle proven.

Selanjutnya, sebelum nama kapal selam Changbogo pertama dikukuhkan, muncul nama KRI Nagabanda 403. Nama tersebut diambil dari kebiasaan penamaan kapal selam whiskey class oleh TNI AL. Namun, setelah muncul nama KRI Nagapasa 403, para pemerhati militer pun kaget karena tidak sesuai dengan dugaan sebelumnya.

Hal tersebut akhirnya membuat banyak website maupun blog sekelas LCI harus mengoreksi penamaan kapal selam buatan DSME tersebut. KRI Nagapasa 403 adalah nama resmi yang diberikan empunya, yaitu Angkatan Laut Republik Indonesia.

KRI Nagapasa 403 sejatinya merupakan perkawinan antara kapal selam jenis 209/1200 Changbogo milik Korea Selatan dengan jenis 209/1300 Cakra milik Indonesia. Dengan pengembangan dan perkawinan dua desain 209 ini menghasilkan jenis 209 dengan bobot 1400 ton, yang kemudian dikenal dengan nama Changbogo tipe 209/1400 DSME.

kri-nagapasa-403-tipe-209-1400-dsme
Changbogo Class 209/1400 DSME (ijal lubis)

Cakra Class TNI AL memiliki dimensi panjang 59,5 m, dengan bobot ketika menyelam 1.390 ton. Sedangkan Changbogo tipe 209/1400 DSME pesanan TNI AL memiliki panjang 61,3 m, dengan bobot menyelam 1.572 ton.

Dengan selisih 1,8 meter tentu akan mempengaruhi peralatan yang mampu dibawa oleh tipe 209/1400 DSME. Yang sudah terlihat adalah penggunaan Periskop SERO 400 dan OMS 100.

Tipe 209/1400 DSME diklaim memiliki kesenyapan yang tinggi, mampu menghindari deteksi musuh, mampu menyelam hingga kedalaman 250 meter, dan memiliki kecepatan 21 knot ketika menyelam.

Dengan kemampuan menyelam hingga kedalaman 250 meter sudah cukup mumpuni kiranya dengan kondisi laut Indonesia yang mayoritas merupakan perairan dangkal.

Tipe 209/1400 DSME juga mampu menyelam secara terus menerus selama lebih kurang 50 hari.

Dengan kemampuan TNI AL saat ini yang masuk dalam kategori Green Water Navy, kemampuan menyelam terus menerus selama 50 hari dirasa lebih dari cukup dengan kondisi geografis Indonesia, dimana jarak antar pulau (pangkalan TNI AL) yang tidak terlalu jauh.

Dan sebagai elemen terpenting dalam kapal selam adalah baterai. Baterai buatan Korea digunakan sebagai sumber tenaga utama. Jenis baterai kapal selam buatan Korea ini digunakan pada semua kapal selam Changbogo Class buatan DSME.

Baterai yang digunakan Changbogo Class diklaim mampu bertahan lebih lama dibandingkan baterai konvensional kapal selam, yaitu dua kali lipat kemampuan baterai Cakra Class milik TNI AL.

LCI tidak akan membahas sistem persenjataan, karena pada dasarnya senjata adalah kebutuhan opsional TNI AL. Semua jenis senjata yang sesuai dengan spesifikasi Changbogo tipe 209/1400 DSME belum tentu akan diakusisi TNI AL.

Mengejar kebutuhan minimum 12 unit kapal selam dengan persenjataan satu atau dua tingkat di atas rata-rata jauh lebih baik daripada sedikit kapal selam dengan senjata yang dasyat. Tentu 12 unit kapal selam yang kami maksud adalah kapal selam dengan kondisi baru.

Wilayah yang luas lagi-lagi menjadi alasan utama mengapa LCI memilih opsi ini.

CMIIW. (D.E.S)

Advertisements

3 thoughts on “Perjalanan Changbogo di Indonesia”

  1. @admin

    Saya rasa kurang tepat menyebutkan jika imp.cbg kita adl perkawinan cbg/1200 korsel dan cakra/1300 TNI AL…HDW lah empunya desain U-209/1400 yang dioperasikan oleh india dan turki, mesir dan mungkin pakistan juga. HDW punya bbrp varian U-209 dr tipe 1100/1200/1300/1400

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s