Tentang FA-50 Kandidat Pengganti Hawk TNI AU

product_0104
FA-50 (KAI)

Lancer Cell Indonesia, Menurut Angkasa (25/06/2016), Indonesia dikabarkan berencana membeli FA-50 dari produsen pesawat KAI asal Korea Selatan untuk menggantikan Hawk 109/209 TNI AU. Sebelumnya, gaung penggantian armada tempur Hawk 109/209 ini hampir tidak terdengar di kalayak media, bahkan pada gelaran dirgantara Singapura Airshow, tepatnya 16 Februari 2016 lalu dilakukan kesepakatan upgrade RWR Finmeccanica SIER untuk meningkatkan kemampuan Hawk TNI AU.

Kandidat pengganti Hawk ini rupanya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor usia dan faktor Joint Program KF-X / IF-X Korea Selatan – Indonesia.

Dari faktor usia, Hawk TNI AU tiba di Indonesia pada tahun 1997 dalam kondisi baru. Jika kita hitung usianya, maka usia pakai Hawk di Indonesia adalah 19 tahun. Namun perlu di ingat penggantian pesawat bukan berdasarkan usia tetapi jam terbang. Jika dirunut dari usia memang Hawk kita sudah tua.

Faktor kedua adalah kejasama prestisius Joint Program KF-X/IF-X Korea Selatan – Indonesia. Jika kita flashback ke belakang, mungkin… pembelian T-50 atau TA-50 Indonesia sebelumnya juga dipengaruhi oleh faktor tersebut.

Indonesia andil 20% atau senilai 2 milyar dolar dalam Progam ini dan akan mendapatkan 50 unit KF-X/IF-X, untuk ukuran biaya pembangunan pesawat dari NOL, ini murah sekali. Mungkin inilah faktor yang mampu menjawab kenapa biaya joint ini terbilang murah, yaitu melalui barter atau pembelian T-50 atau TA-50 serta rencana pembelian FA-50 oleh Indonesia, dengan demikian dana segar bisa diperoleh KAI dan Indonesia mendapatkan pesawat. This is win win solution.

Dengan demikian, dari awal Program KF-X/IF-X terdapat klausal pembelian keluarga T-50 sebagai syarat joint program tersebut. Berapa jumlah yang harus dibeli? i don’t know.

Strategi pembelian produk KAI terbukti lebih ampuh dalam mendongkrak nama KAI daripada hanya menyuplai dana trilyunan namun tanpa rupa atau barang. Lihat lah imbas pembelian T-50 atau TA-50 yang dilakukan oleh Indonesia, Negara seperti Filipina, Thailand, Irak menyusul Indonesia mengakusisi keluarga pesawat ini. Belum lagi program pesawat latih T-X yang diajukan KAI dan LM untuk merevitalisasi armada T-38 Talon Amerika Serikat, jika disetujui maka dana segar yang diperoleh KAI jauh lebih besar.

Cukup sampai disini ulasan alasannya, sudah terlalu panjang, so kita liahat bagaimana kemampuan FA-50 ini.

FA-50 ROKAF
FA-50 ROKAF

FA-50 adalah varian yang paling canggih dari keluarga T-50. Pesawat tempur ini didesain berdasarkan platform Jet Trainer T-50 yang ditawarkan sebagai pesawat serang ringan yang canggih dan efisien dengan harga yang terjangkau.

FA-50 memiliki panjang 13.14m, lebar 9.45m dan tinggi 4.82m. Berat kosong pesawat adalah 6.47 ton. Pesawat ini dapat lepas landas dengan berat kotor maksimum 12.3ton.

elm_2032-airborne-fire-control-radar
Radar Elta Systems EL/M-2032 pulse Doppler

Pada awalnya FA-50 dilengkapi dengan Radar Lockheed Martin APG-67. Namun dengan iterasi saat ini FA-50 telah dilengkapi dengan Radar Elta Systems EL/M-2032 pulse Doppler.

Dengan jangkauan lebih dari 60 mil, EL/M-2032 mampu mendukung senjata dengan kemampuan BVR. Di masa mendatang Upgrade FA-50 dapat menggunakan radar AESA EL/M-2052, yang akan memberikan kemampuan pesawat jauh lebih baik.

FA-50 Kokpit 1
FA-50 Cockpit

Kokpit tandem FA-50 dapat membawa dua awak. Kokpit dilengkapi dengan head up display layar lebar (HUD), Display warna multifungsi (MFDs), instrument mesin digital, Hands On Throttle and Stick (HOTAS), kontrol atas depan terintegrasi dan kursi ejeksi zero-zero, sistem kontrol penerbangan digital fly-by-wire, tongkat aktif, daya listrik cadangan, break by wire digital dan triple redundant electrical system. Kokpit juga mengintegrasikan Oksigen On Board Generation Systems (OBOGS), dengan fitur Night Vision Imaging System (NVIS) memungkinkan pesawat menjalankan misi pada siang dan malam hari.

Sedangkan avionik terdiri dari Inertial Navigation System/Global Positioning System (INS/GPS), komputer misi terintegrasi, identifikasi teman atau musuh (IFF), radar altimeter, radar multimode, store management system, radio UHF/VHF, data link taktis Link 16, sistem transfer data dan rekaman, Radar Warning Receiver (RWR) dan Counter Measure Dispensing System (CMDS).

FA-50 Senjata
Senjata yang mampu dibawa FA-50

Pesawat FA-50 dapat membawa beban senjata hingga 4,5 ton (9,920lb). Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara ke udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal taktis udara ke darat AGM-65 Maverick (AGM), bom GBU-38 / B Joint Direct Attack (JDAM), CBU- 105 Senjata Sensor Fused (SFW), bom Mk-82 Low Drag General Purpose (LDGP) dan Bom Cluster (CBU). FA-50 juga dilengkapi dengan Gatling gun tiga laras 20mm dan LAU-3/A tabung19 roket 2,75mm Folding Fin Aerial Rockets (FFAR).

Mengingat bahwa EL/M-2032 sudah bisa mendukung rudal buatan Israel Derby BVR, tidak ada alasan untuk meragukan bahwa FA-50 tidak bisa menambahkan senjata lain pada sayapnya seperti rudal Python 5 high-off boresight. Itu berarti bahwa FA-50 juga mampu membawa Rafael Litening II targeting pod.

FA-50 ditenagai mesin General Electric F404-GE-102 turbofan dengan daya dorong 17,700lbf dengan afterburner memaksimalkan kecepatan pesawat hingga 1,837.5km/ jam (1,5 Mach). Kinerja mesin dikendalikan oleh sistem dual channel Full Authority Digital Engine Control (FADEC). Pesawat dapat membawa 568L bahan bakar tambahan dalam tangki eksternal.

Bagaimana menurut anda jika dibandingkan dengan Hawk 109/209 TNI AU?

Dirangkum dari berbagai sumber. CMIIW. (D.E.S)

 

Advertisements

2 thoughts on “Tentang FA-50 Kandidat Pengganti Hawk TNI AU”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s